Journey is when the trip is more important than the destination. – lifeundersun on tumblr

 

Rabu, 7 September 2016.

Pagi itu, para Instagrammers berkumpul di selasar barat Fisipol UGM. Selasar barat pun jadi tambah ramai dengan tibanya anggota kelompok Instagram bersama kakak tingkat (kating) yang jadi partnernya selama bertugas- eh, berjalan-jalan maksudnya. Yap, kelompok ini berencana untuk membuat dokumentasi perjalanan dalam bentuk vlog guna memenuhi tugas yang diberikan panitia COMPARE. Kelompok Instagram yang anggotanya 9 orang jadi berlipat ganda ditambah 2 setelah rombongan kating muncul. Kurang lebih seperti study trip rasa maba… atau double date untuk mereka yang berhasil melobi kating yang berlainan jenis. Lol.

Setelah menjalani briefing-dan nunggu yang ngaret-selama 1 jam, Instagrammers beserta partnernya masing-masing berangkat ke destinasi jalan-jalan yang sudah ditetapkan, yaitu Jalan Malioboro dengan meeting point di parkiran Abu Bakar. Tempat parkir yang berdekatan dengan Stasiun Tugu Yogyakarta ini dipilih karena letaknya yang strategis dan cukup memadai untuk menjadi latar belakang vlog kelompok Instagram.

Dalam perjalanan ini, selain kaum mayoritas yang berangkat ke lokasi dengan motor, ada juga kaum minoritas yang mengandalkan keikhlasan dan ketulusan hati teman pemilik mobil. Kebetulan aku termasuk kaum minoritas, jadi di mobil aku mengobrol dengan teman-teman dan kating mengenai bermacam-macam topik, dari konsentrasi dalam jurusan ilmu komunikasi sampai kasus kopi sianida yang semakin tidak jelas penyelesaiannya.

Pada pukul 08.45 WIB, Instagrammers and our partners sampai di meeting point. Setelah semua anggota berkumpul-baik kaum mayoritas maupun minoritas-perjalanan menyusuri Jalan Malioboro pun dimulai. Di kiri dan kanan rombongan ini, para pedagang kaki lima bersiap-siap membuka kiosnya. Karena masih pagi, belum banyak pedagang yang berjualan. Sambil berjalan bersama, aku mengobrol bersama kating mengenai aktivitas sehari-hari selama jadi mahasiswa, dosen yang berkesan di hatinya, dan ketakutannya terhadap salah satu dosen sampai ia tidak berani terlambat masuk kelas. Aku juga mohon maaf telah menginterupsi agenda hariannya yang padat merayap.

Setelah berjalan sepanjang setengah kilometer, Instagrammers bersama para kating berhenti di Malioboro Mall, tepatnya di McDonalds. Mall-nya sendiri belum buka, tapi McD sudah bisa melayani pelanggan untuk keperluan sarapan. Kebetulan di antara rombongan ini banyak yang belum sarapan, jadi… momennya pas untuk makan bersama. Instagrammers memesan menu yang bermacam-macam, dari nasi ayam crispy sampai es krim cone. Aku pesan es Milo dan makanan yang aku lupa namanya apa, yang jelas isinya nasi, sosis, dan saus tomat, serta dibungkus pakai telur dadar. Kurang lebih seperti dadar gulung ala bule.

Di tengah ruang makan McDonalds, Instagrammers makan-makan sambil sharing dengan para kating. Bukan hanya sharing makanan, melainkan sharing pengalaman yang seru, kocak, memalukan dan lain-lain selama menjadi mahasiswa. Instagrammers juga bisa menambah wawasan mengenai konsentrasi yang diminati di jurusan ilmu komunikasi, karena di kelompok ini terdapat kating dari keempat konsentrasi yang ada. Dengan melakukan kegiatan ini, secara tidak langsung Instagrammers ikut membangun ikatan persahabatan yang erat dengan para sesepuhnya… eh, maksudku seniornya.

Singkat cerita, perjalanan ini berakhir dengan jalan kembali ke parkiran Abu Bakar, take video perkenalan anggota, dan foto bersama. Setelah semua rangkaian acara selesai, Instagrammers dan para kating meninggalkan lokasi untuk kembali ke rutinitas masing-masing.