words. feelings. random stuff.

Author: Deana Fahira (Page 4 of 6)

communication '16. infp. slytherin. fire and blood. survivor. ailurophile. lowkey bookworm. high functioning fangirl. music is my third language. trying hard to remain positive.

anywhere but here

she was alive
and she had her own world
but they dragged her around
like a doll for display
she had no time
for small talk and games
but they took her anyway
who cares what she wants?

she begged for her life
but her pledges were denied
she wanted to escape
but her wings were clipped
and in the worst nights
she closed her eyes and prayed
she would go anywhere but here
all she wanted was a release.

deadline

tik, tok

tik, tok

ini bukan bunyi hujan, nak.

tik, tok

tik, tok

jam dindingmu berdetak.

tik, tok

tik, tok

stop menyampah di grup line.

tik, tok

tik, tok

tiga jam lagi deadline.

tik, tok

tik, tok

sampai mana tugasmu?

tik, tok

tik, tok

ya ampun, baru segitu?

tik, tok

tik, tok

memang susah diubah

tik, tok

tik, tok

kalau sudah biasa.

unscripted

have you sunken so low

that you would try to tear me down

when i’m in my absolute best?

don’t hate me for finding bliss

in cotton candy clouds

and in scripted movie scenes

 

look around you

and don’t you dare convince me

there’s nothing wrong with the world

’cause everything’s fucked up,

we’re getting closer to the end,

and my news feed is worse than ever

 

i can’t save the world

except in dreams and stories

so let me find happiness

even in the silliest things

’cause it’s better than

living in madness.

Tips Baca Cerita Horor di Malam Jumat

Sekarang kan malam Jumat. Kalau gak ada tugas, aku biasanya browsing cerita horor yang seru. Selain browsing, kadang2 aku juga ngestalk OA Line Draft SMS yang memposting cerita horor tiap malam Jumat. Sensasi baca cerita horor di malam hari beda loh sama baca di siang hari…

Di postingan kali ini, aku mau ngeshare beberapa tips baca cerita horor di malam hari.

1. Berdoa sebelum membaca
Sebelum mulai membaca, biasanya aku baca doa dulu. Biar hati lebih tenang sebelum dibikin deg-degan sama cerita, dan… just in case ada yang nemenin tapi gak keliatan.

2. Baca di tempat terang
You’re not afraid of the dark, you’re afraid of what’s in it. Bukan gelapnya yang bermasalah, tapi apa yang bersembunyi di balik kegelapan itu, hehehe. Makanya, kalo baca cerita horor, aku nyalain semua lampu di kamar biar imajinasi aku gak kemana-mana. Selain itu, baca di tempat gelap kan memang ga baik buat kesehatan mata.

3. Mainkan backsound yang mendukung
Supaya suasana horor tetap terasa walaupun lampu menyala, pilihlah backsound yang bisa menambah kengerian cerita. Aku sendiri lebih suka dengerin musik instrumental, soalnya gak ada lirik yang bisa jadi distraksi saat baca cerita horor. Kalau punya akun Spotify, bisa tuh mainin album soundtrack film horor macem Insidious. Kalau mau yang gratisan, tinggal search di Youtube.

4. Sediakan snack dan minuman
Boleh hanyut dalam cerita, tapi jangan sampai lupa makan & minum yaaaa. Selain mengganjal perut, snack juga bisa jadi teman membaca. Kamu gak akan merasa ketakutan dan sendirian kalau sudah ditemani dengan suara kriuk kriuk dari keripik singkong.

Nah, segitu aja tips baca cerita horor di malam hari dari aku. Happy friday night, guys!

SNMPTN: My Story

Hari ini, secara resmi aku sudah bukan maba lagi. 🙁

Loh, kok bisa? Yaaaah karena pukul 2 siang tadi, hasil SNMPTN 2017 sudah diumumkan di laman resmi SNMPTN.

Dengan diumumkannya hasil seleksi, seratus ribu siswa kelas 12 akhirnya bisa bernapas lega… sementara sisanya hanya bisa menangisi layar desktop, tawakal, dan kembali membuka buku latihan soal SBMPTN.

Momen pengumuman SNMPTN ini bikin aku teringat pada tahun lalu, ketika aku masih stuck di zaman kegelapan alias semester 2 kelas 12 SMA. Saat itu pertengahan Mei 2016, pengumuman SNMPTN sudah di depan mata. Aku harap-harap cemas sambil merefresh browser untuk kesekian kalinya. Sebenarnya aku gak punya ekspektasi bakalan keterima lewat jalur ini karena prestasiku di sekolah biasa aja, tapi karena namaku udah terlanjur masuk dalam sistem, ya sudah aku berdoa aja. Kali aja hoki, hehehe. Saat itu pilihan pertamaku Ilmu Komunikasi UI, pilihan keduanya Sastra Inggris UI.

Singkat cerita, jarum jam sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB. Dengan penuh semangat dan jantung berdebar-debar, aku membuka kembali laman resmi SNMPTN dan segera login. Klik!

Loading…

Lemot banget dah.

Gara2 diakses calon maba se-Nusantara sih.

Mana nih…

Jreng!!!

Hasil seleksi sudah muncul.

Bagaimana hasilnya?!?!

*drumroll*

 

MERAH.

ANDA TIDAK LOLOS JALUR SNMPTN 2016.

Aku lupa pernyataan aslinya gimana, kurang lebih ya kayak gitu.

Di saat itulah aku merasa bersedih. Gak cuma itu, aku pun jealous sama yang udah share stiker happy dan tulisan alhamdulillah di Line, yang udah komen jurusan dan univ masing2 di grup kelas… enaknya gak perlu was2 lagi nungguin pengumuman “tempat tinggal” baru. Walaupun udah disemangatin ortu, tetep aja… ditolak univ idaman itu sakit bruh.

Untung masih ada jalur tes tertulis seperti SBMPTN dan UM. Perjuanganku belum selesai! Setelah hiruk pikuk SNMPTN berakhir, aku kembali belajar otodidak melalui buku latihan soal dan simulasi SBMPTN serentak yang diselenggarakan oleh berbagai pihak. Tak lupa aku mendaftar SBMPTN dan UTUL ketika waktu pendaftaran telah dibuka.

And the rest is history… nanti aja pas lagi rame2 SBMPTN dan UTUL.

Anyway, selamat menempuh hidup baru bagi para maba! Semoga betah di jurusan dan universitas yang telah menerimamu dengan tidak apa adanya…

A Study in Cinnamon: Top 3 Cinnamon Rolls in Jogja

Puisinya break dulu ya, aku lagi ingin bercerita tentang sebuah kue, yaitu… cinnamon roll.

Cinnamon roll itu kue favorit aku banget, soalnya kue ini punya cita rasa manis dan creamy, plus aroma kayu manis yang menggugah selera. Pokoknya, gula + kismis + kayu manis = a perfect combination in my opinion. Lebih mantap lagi kalau cinnamon roll-nya disajikan selagi masih hangat. Yummy~

Aku sebenarnya belum lama menyukai kue ini, walaupun namanya sendiri udah lama kenal dari Tumblr. Di dunia fandom, cinnamon roll itu sebutan untuk seseorang atau tokoh fiksi yang cute and innocent lahir batin, tapi kisah hidupnya gak semanis wajah dan kepribadiannya :’). Mengingat ada beberapa tokoh fiksi favorit aku yang tergolong cinnamon roll, aku pun jadi penasaran sama kue ini. Apakah kuenya enak? Apa kuenya semanis tokoh-tokoh cinnamon roll? Oleh karena itu, aku memutuskan untuk mencobanya sendiri pada liburan akhir semester tahun lalu. And… I loved it!

Di tempat asalku, aku bisa pesan langsung satu loyang cinnamon roll ke teman mamaku. Selain itu, aku juga bisa mendapatkan sebungkus cinnamon roll di Ikea Alam Sutera. Dua-duanya enak, by the way. Lalu bagaimana dengan Jogja? Sejauh ini, aku sudah mencoba cinnamon roll dari tiga toko yang berbeda di Jogja. Ternyata, lain toko lain pula rasanya. Lantas, cinnamon roll di mana yang paling lezat? Berikut ini akan kusajikan review singkat mengenai ketiga cinnamon roll Jogja yang sudah kucoba.

3. Cinnamon Roll – Parsley Bakery, Cake Shop, And Resto Jakal

Cinnamon roll di Parsley merupakan cinnamon roll yang pertama kali kucoba di Jogja, sekaligus yang paling murah. Penampilannya cukup menarik, layaknya cinnamon roll pada umumnya. Ukurannya lebih kecil daripada cinnamon roll Ikea, tapi wajar sih karena harganya memang berbeda. Tekstur kuenya agak keras di luar, tapi lembut di dalam. Rasanya…? Kismis dan gula memang membuat kue ini terasa nikmat, namun sayangnya lidahku tidak mengecap sedikitpun rasa kayu manis pada kue ini. Aroma kayu manis yang khas dari cinnamon roll pun tidak tercium. Alhasil, kue ini terasa lebih seperti roti kismis biasa daripada cinnamon roll. Padahal, sensasi dalam menyantap cinnamon roll bersumber dari kayu manisnya. Hiks :/

2. Cinnamon Roll – THE HARVEST Patissier & Chocolatier

Cinnamon roll di toko kue yang belum lama buka di Jogja ini agak lebih mahal dari cinnamon roll yang di Parsley. Diameternya kurang lebih sama dengan cinnamon roll Parsley, hanya saja cinnamon roll The Harvest lebih pipih. Secara keseluruhan, tekstur kuenya lebih kering. Karena tekstur kue yang lebih kering, kismis dalam kue pun mudah terlepas ke mana-mana. Namun, cita rasa cinnamon roll The Harvest lebih kuat daripada cinnamon roll Parsley. Kismis, gula, dan kayu manis melebur menjadi satu, walaupun komposisi kayu manisnya tidak sebanyak cinnamon roll di Ikea. Aroma kayu manis yang kian menggugah selera pun dapat tercium dari kue ini.

1. Cinnamon Roll – Starbucks Coffee, Galeria Mall

Save the best for the last. Sejauh ini, cinnamon roll di Starbucks adalah yang paling enak se-Jogja! Cinnamon roll di kafe ini memang lebih mahal dibandingkan dengan di toko-toko sebelumnya, tapi rasanya tidak membuatku menyesal sudah membelanjakan uang lebih untuk mencobanya. Ukuran kuenya cukup besar, kurang lebih sama dengan cinnamon roll di Ikea. Warnanya tidak secemerlang penampilan cinnamon roll lain yang pernah kumakan, namun ingat pepatah yang berbunyi, “don’t judge a book by its cover.” Sebab, cinnamon roll ini enak banget! Manis gula halusnya terasa pas, semakin manis bila bercampur dengan butiran kismis yang juga sesuai dengan proporsi kuenya. Keunggulan lain dari cinnamon roll Starbucks ada di komponen utama penentu rasa cinnamon roll, yaitu kayu manis. Aroma kayu manis dapat tercium tak lama setelah cinnamon roll dihidangkan di mejaku. Rasa kayu manisnya juga lebih kuat daripada cinnamon roll dari kedua toko sebelumnya. Selain itu, opsi untuk menghangatkan cinnamon roll sebelum dihidangkan juga membantu meningkatkan kelezatan kue ini. Kue ini cocok banget jadi teman minum kopi sambil ngerjain resume!

Nah, cukup sekian review singkatku untuk sejumlah cinnamon roll di Jogja. Share rekomendasi toko roti atau kafe lain yang jualan cinnamon roll juga ya!

gold

they give her gold.
they also give her shelter
from the unforgiving weather
and the winds of midsummer.

they let her rest in their greatest chamber.
as the storm rages, they force her to swallow poison and wine.
once the storm ends, the windows are open wide to let the sunlight inside.
they shower her with gold – again – and savory, sugar-laced kisses.

little do they know,
she loves stormy days.
night time is her time;
and she wants freedom just as much as they want her to be safe.
little do they know,
some birds don’t like being caged.
even in gold.

(inspired by a court of thorns and roses series)

chaotic neutral

i hope you don’t mind
a little bit of chaos
here and there
i just unleashed another storm
to demolish the bridges
you’ve burned so many times
but never turned into ashes

perhaps in another universe,
there’s someone that
you’ve always wanted me to be.
someone you could love
and you could use.
someone who gives into you willingly
and marches alongside you
as the two of you
begin your descent to oblivion.

spiral of silence

i lost myself

to the spiral of silence,

forced to stitch my mouth up

and kept my thoughts to myself

for the sake of my sanity

’cause i wanted to fight no more

after i gained my independence

 

is it just me

or the state of our world

is getting worse day by day?

i’m still trying hard

to remain hopeful

but it gets harder everyday

 

and in the end,

i suppose i can’t fix everything

that is wrong with this world,

this reality,

this hell we’re living in.

excerpt from my dream journal #1

hansel and gretel found a house of sweets.
meanwhile, i found a house of chocolate. the house was moderately sized, and looks as if it belonged to another time when my granny was a little girl. it was secluded from the rest of the neighborhood, distinguished by the walls of pine trees. i found it when i was playing hide and seek with my class mates after school ends that afternoon. a faint whisper commanded me to walk into the woods. somehow i didn’t resist; instead i followed its lead, which then brought me into this strange house.

this would make sense if i had lived in the northern hemisphere, because let’s be honest, it’s not quite realistic to have a house of chocolate in a country with tropical climate. the house could survive the night. however, 2 hours after contact with sunlight and it will be gone.
perhaps i read too much for a little girl. wait, i’m not so little anymore; i’m ten. i’m old enough to be a hogwarts student.

but in a world where you can catch pocket monsters in your devices, talk with boys who live in a world of binary codes, and found your love in unexpected places; anything should be possible.

« Older posts Newer posts »

© 2024 s y n t h e s i s

Theme by Anders NorenUp ↑